image
Jumat, 19 September 2008

Lagi-lagi gue ga post di blog dalam jangka waktu yang lama. Bukannya ga mau. Tapi, kadang ada yang sangat sulit disampaikan oleh kata-kata. And I am not a girl of words. For me, you are what you act. Lebih simple dan ga perlu penjelasan. Bahkan ketika orang-orang salah paham dengan yang lo lakukan. Again, for me. I don't care. As long I think I'm doing the right thing, other doesn't have to know the reasons. Martir? Mungkin. Walaupun gue ga yakin orang-orang akan menganggap hal seperti itu bisa dianggap martir. Kelebayan dimana pun selalu terjadi. Wkwkwkwk.

Waktu berjalan. Tik tok tik tok. Segala yang terjadi punya maksud masing-masing. Tinggal para pemeran dalam scene menentukan apakah mereka menangkap meaning dari yang terjadi. Kata abang gue, hidup penuh pembelajaran dan tidak akan berhenti. Gue setuju sama kata-kata dia. Bagi gue subjek pembelajaran yang paling menarik adalah manusia. Seseorang akan selalu berubah. Bahkan mempelajari satu orang saja akan makan waktu seumur hidup. Karena perubahan yang akan selalu terjadi itu. Unik.

Sampai sekarang, gue menghabiskan banyak waktu hanya untuk memperhatikan orang-orang disekeliling gue entah mereka menyadarinya atau tidak. Gue terkenal akan sifat cuek gue. Karena gue belajar dari lama untuk tidak selalu ikut campur dan tahu akan apa yang terjadi. Semakin sedikit yang lo tahu semakin baik. Gue tahu jika ada masalah yang sedang terjadi. Tapi gue akan berpikir dua kali untuk tahu apa yang terjadi itu. Ga mau nyusahin diri. Masuk ke sesuatu yang ternyata bukan urusan lo sama sekali ga enak.

Dan ketidaktahuan bukan berarti tidak pengertian. Mengerti dan menyukai hal yang menurut lo ga sesuai buat gue adalah dua hal yang berbeda. Even lo mengerti dan menoleransi bukan berarti harus lo sukai. Hidup gue habis untuk mencoba mengerti orang-orang. Menolerir mereka dan tidak peduli akan pengertian orang-orang lain ke gue. Bagi orang-orang yang terdekat gue, mereka mungkin akan setuju kalo gue adalah orang yang semena-mena. Karena gue tidak mengharapkan pengertian. Gue udah paham sejak lama soal pengertian. Ga ada gunanya kalo terus berharap. Lakukan dan ga usah pikirkan kata orang. Gue cukup mengerti orang lain dan tidak perlu dimengerti. Tapi kalo dipikir-pikir, banyak yang bilang gue simpel. So, gue rasa ga susah juga ngertiin gue. Yah, mungkin cuma di jalan pikir aja. Manusia, seperti yang dah gue bilang, unik dan tidak terkira kedalaman emosinya. Bahkan bagi orang yang di cap emotionless seperti gue.

Kebanyakan orang berpikir tentang apa yang pas, cocok, sesuai dan entah apalagi alasannya. Kalo buat gue sih selama gue ga bermasalah sama semua yang ada di entah apa itu, lingkungan, projek atau apapun, gue akan ikutin. Semakin berbeda semakin menarik. Semakin banyak yang bisa dipelajari dan dipahami. Semakin luas. Semakin lo merasa dunia itu besar di dunia yang ternyata kecil ini, kalo diliat dari segi transportasi kemana-mana sekarang gampang asal punya uang =P. Ga masalah apa yang perlu gue lakuin atau posisi gue. Hidup untuk dinikmati dan bukan dibuat susah. Fokuskan pada apa yang lo kerjakan dan lupakan hal yang lain. Sayang, hasrat adalah yang paling susah dihilangkan dari manusia. Hasrat untuk lebih, diakui, sukses, keluarga yang sempurna dan entah apalagi yang lainnya. Gue pun tak terlepas dari hasrat, sebagai manusia hasrat gue cuma satu. Hidup nyaman. Ga perlu berlebihan. Hanya nyaman.

Yang gue temukan adalah, kenyamanan itu ada dimanapun selama lo nyaman dengan diri sendiri. Karena lo hidup dan terikat dengan diri lo dan bukannya orang lain. Bermasalah dengan orang lain lo bisa aja lari kapan pun. Bahkan gue melakukan hal itu. Selama lo nyaman dengan diri lo, lo akan dengan gampangnya puas terhadap apa yang lo peroleh. Ya, ya, ya, orang tidak diharapkan untuk dengan mudahnya puas dengan yang mereka peroleh. Semua dilakukan demi hidup yang lebih baik dan motivasi. Tapi, tidak ada salahnya dengan bersyukur. Gue bahkan merasa semua yang gue alamin lebih mudah ketika gue tidak terlalu berharap dan mengejar sesuatu yang tidak ada habisnya. Dan selama lo tidak merasa nyaman, maka, hidup lo ga akan pernah merasa puas. Karena selalu ada yang kurang, dan tanpa lo sadari yang kurang ada di dalam diri lo sendiri. Sayang, orang paling sulit untuk bercermin. Arogansi gue dengan logika gue pun terkadang menjatuhkan diri gue ke lembah dimana orang-orang ga bisa menerima. Sayangnya lagi, kenyamanan yang gue peroleh dari diri gue sendiri membuat gue susah untuk berubah. Karena bagi gue perubahan itu tidak diperlukan.

Well, masih banyak yang perlu gue pelajari memang. Bahkan cara gue untuk hidup dan berpikir lebih baik. Gue berharap, akhirnya berharap juga dan ditambahkan semoga ga kecewa, yang lain bisa belajar dari apa yang gue pikirkan. =_=" susah juga sepertinya, kata-kata selalu lebih mudah diucapkan even buat gue yang berpikir kata-kata itu lebih sulit untuk diungkapkan...

12.29