image
Selasa, 30 September 2008

Wew. Another year passed by. Udah lebaran lagi. Gema takbir berkumandang. Malam sangat jarang terdengar begitu ramai seperti ini. Huff. Kalo bisa setiap hari mungkin lebih enak. Menyenangkan. Refreshing and tidak membosankan. But, in the 2nd thought kalo tiap hari dari mana dananya??? Wkwkwk. Lagian lama-lama pasti bosen juga. Malam seperti ini selalu dirayakan malah karena datangnya memang cuma setahun sekali bukan? Merayakan malam kemenangan. Setelah sebulan melawan hawa nafsu.

Memang lebih mudah untuk menjalankan atau menahan atau melakukan sesuatu ketika kondisi di sekitar mendukung untuk berbuat seperti itu. Misalnya di bulan Ramadhan, semua orang dengan mudahnya berpuasa, karena banyak orang lain juga menjalankan ibadah yang sama. Begitu pula dengan menahan amarah, emosi, dan hal lain yang tidak sesuai di bulan ini. Er, tapi kadang malah di bulan ini semua ujian kesabaran, ketenangan, dll tambah parah aja diujinya ya? Dibalik keinginan untuk tetap beribadah dengan sempurna dan bayang-bayang ketidakmampuan untuk menahan ujian. But still, sayang sekali bulan ini tidak berjalan sepanjang tahun. Dan hanya setahun sekali. Padahal, jika tiap bulan adalah bulan ramadhan, mungkin orang-orang dengan mudahnya untuk bersikap lebih baik. But, again, in the 2nd thought. Hal ini malah jadi biasa jika setiap bulan adalah bulan Ramadhan. Dan orang-orang akan kehilangan respeknya.

It's so ironic. The way a lot of people, even me, said not to do this or that, control your emotion, etc. just because this's Ramadhan. Memangnya kita tidak perlu seperti itu di bulan lain-lain? Hanya menahan untuk kembali terlepas di bulan berikutnya. Apa gunanya untuk menjadi lebih baik kalau seperti itu? Sama saja melakukan kesalahan untuk kedua kalinya dalam hidup. And dari yang gue pelajari, manusia sering kali melakukan kesalahan lebih dari satu kali untuk hal yang sama. Even gue. Even di saat-saat itu selalu teringat untuk tidak melakukannya lagi. Kesalahan begitu mudah diperbuat. Sedangkan pembelajaran begitu sulit dikuasai. Karena kesalahan dilakukan bahkan tanpa tersadari sedangkan pembelajaran mesti dilakukan dengan kesadaran penuh.

But, it's not the right time to think about the hard thing. It's time to celebrate and let the thought for the other day. And for the last. It is easy to make mistakes and easier to miss understand. But, it's hard to say apologizes and even harder to give forgiveness. Somehow, for the sake of ourselves and this winning day, just say the apologize and give the forgiveness. Minal Aidin Wal Faidzin. Met Idul Fitri guys...and gals. XD

22.34