Well, ini sih masih lanjutan entry sebelumnya... Fufufu
Aku ada untukmu
Tapi tak pernah disadari
Aku datang tuk membantu
Tapi tak pernah dibutuhkan
Selalu menungguÂ
Tak pernah pasti
Menarik perhatian pun
Tak pernah berhasil
Kau... begitu dekat
Jemariku kerap menyentuhmu
Ringan... lembut...
Tapi, kau tetap angkuh
Diantara kita
Ada dinding pembatas
Yang tak pernah bisa ku tembus
Nyata tapi tak nyata
Kau...
Nyata bagiku
Aku...
Hanyalah bayang-bayang bagimu...
Note: Well, ntah kenapa... gue biasanya ngisi blog ngikutin mood. Apa mood gue sedang berbalik ke saat-saat itu? Manusia, bahkan gue, kadang dengan bodohnya terjerat dalam hal yang sama bukan? We'll see... It can be right, but in the second thought... maybe not... ;)