Senin, 18 Mei 2009
Gue selalu merasa setiap orang punya turning point masing-masing. Dimana karena hal tersebut mengubah atau memaksa orang mengubah entah gaya hidup ataupun alur hidup mereka. Seakan membuka jalan baru yang tadinya tak terpikirkan sedikit pun. Seperti biasa, angin nasib selalu membawa diri seseorang ke banyak hal yang terduga. Hal ini juga baru saja gue alami belum lama ini. Tepatnya sehari yang lalu.
Minggu. 17 Mei 2009. Suatu kejadian, seakan berhasil mengubah banyak hal. Membuka banyak pintu dan kesempatan yang seakan tak bisa dilewatkan. Haruslah di genggam, lalu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Forum yang telah gue ikutin selama satu setengah tahun terakhir ini, mendapat penghargaan. Penghargaan yang gue sendiri ga pernah mimpikan untuk kita raih. Untuk kita dapatkan. Masih jauh. Perjuangan kami mungkin lebih keras dari sebagian orang, tapi tentunya akan ada perjuangan orang-orang lain yang jauh lebih keras dari pada kami. Gue... kali ini, hanya bisa bersyukur.
Walau, gue tau impian yang gue bangun jauh lebih besar. Penghargaan yang kami terima itu membuka pintu ke impian-impian lain. Impian yang lebih besar itu. Impian yang bukan lagi seperti mimpi, tapi hal nyata yang bisa saja di raih. Cepat atau lambat. Dengan niat dan kekuatan hati serta rasa percaya. Gue tau, gue dan teman-teman seperjuangan gue bisa lakuin itu. Bisa menggapai mimpi kami masing-masing. Pada saat yang bersamaan, mimpi kami bersama.
Sayang, gue pun sadar. Semakin tinggi semakin angin berhembus kencang. Yang kita dapatkan, mimpi yang kita raih pun membawa tanggung jawab berat yang perlu di sandang. Gue ga tau sampai sejauh apa gue bisa berjalan. Ga tau sampai sejauh apa beban itu bisa gue tahan. Ga tau rintangan dan hambatan apalagi yang bakal gue terima. Gue cuma bisa berharap, menatap ke depan dan menantang semua yang menghalangi jalan gue. Entah mengapa terkadang hanya suatu bentuk keras kepala atau niat yang kuat bisa ngelaluin itu semua. Dan sekali lagi gue berdoa, semoga sampai akhirnya nanti, gue ga kehilangan arah dan niat lurus gue.
Kalo gue scroll lagi ke atas, keknya tulisan gue kali ini bakal beda banget sama tulisan temen-temen gue, temen-temen seperjuangan gue, yang lain yang sedang merasakan kejadian yang sama. Alamat dihajar hanya untuk sepertinya berpikir skeptis seperti ini. But, I am not being Sceptical. I am just being rational. Gue butuh sesuatu pengikat yang jadi pondasi gue bila nanti ada saatnya gue kehilangan arah. Gue cukup ingat bahwa gue steadfast in my believe. Dan gue yakin, 100%, apa yang gue jalani saat ini demi diri gue sendiri maupun bagi orang lain, adalah jalan yang baik. Yang sepadan dengan perjuangan dan pengorbanan gue. Amin.
21.02